Masyarakat Harus Tiru Aziz Chan


PADANG–Perjuangan dan semangat Bagindo Aziz Chan dalam mempertahankan Republik Indonesia, harusnya menjadi sumber motivasi bagi seluruh masyarakat. Jiwa-jiwa kepatriotan dan kepahlawanan perlu ditanamkan sedini mungkin, baik melalui lembaga formal maupun nonformal.

Ini dikatakatan Wali Kota Padang, Fauzi Bahar dalam sambutannya sebagai inspektur upacara peringatan gugurnya Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan ke-61 di Lapangan RTH Imam Bonjol, Sabtu (19/7). Dikatakan Fauzi, 19 Juli merupakan momentum sejarah yang tidak mungkin akan terlupakan, khususnya bagi masyarakat Kota Padang.

Sebab pada tanggal tersebut, terjadi peristiwa heroik, gugurnya Wali Kota Padang yang ke-2 yakni Bagindo Aziz Chan. Semasa hidupnya lanjut Fauzi, Aziz Chan telah berjuang sejak mulai dari mahasiswa sampai ditunjuk menjadi Walikota Padang (15 Agustus 1946-19 Juli 1974.

“Beliau adalah Pamong masyarakat yang tidak kenal lelah, pemberani, gigih, dekat dengan masyarakat, serta pantang menyerah demi mempertahankan kehormatan bangsa dan negara,” ungkap Fauzi dalam upacara yang dihadiri anggota keluarga Bagindo Aziz Chan, Mantan Wali Kota Padang, Zuiyen Rais, Ketua DPRD Padang, Jajaran Kodim, unsur Muspida Kota Padang, serta siswa-siswa kota Padang.

Aziz Chan lahir 30 September 1910 di Kabupaten Pariaman. Anak ke empat dari pasangan Bagindo Montok dan Djamilah ini menikmatinya masa kecilnya sebagaimana lazimnya anak laki-laki pada umumnya. Namun suatu sikap yang menonjol darinya disiplin diri, amanah, cerdas, serta suka membela teman-temannya yang lemah.

Setelah menamatkan AMS-B di Betawi, Bagindo Aziz Chan memasuki gerakan politik melalui PSII dan dilanjutkan ke Penyadar bersama Haji Agus Salim. Untuk biaya hidup sehari-hari Bagindo Aziz Chan mengajar di beberapa sekolah partikelir.

Beliau menikah dengan seorang gadis teman sekolahnya yang kemudian diboyong ke Sumatera Barat. Selama di Sumatera Barat ia pernah mengajar di Islamic College, Normal Islam Padang, Balai Pendidikan PSII Batu Hampar dan MIK Bukit Tinggi.

Pada awal pembentukan Pemerintahan Republik Indonesia di Sumatera Barat, ia aktif pada Komite Nasional Sumatera Barat. Kemudian terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Sumatera. Ketika di Dewan Perwakilan Sumatera inilah beliau ditunjuk menjadi Wali Kota Padang.

Sebelum upacara, terlebih dahulu digelar drama kolosal tentang Aziz Chan, menjelang tertembaknya di kawasan Nanggalo. Sedangkan setelah penutupan, selain menyalami seluruh keluarga Aziz Chan yang datang, Wali Kota Padang, yang juga berencana mencalonkan diri pada Pilkada tahun ini juga memberikan hadiah pada pemenang lomba napak tilas jejak perjuangan Bagindo Aziz Chan.

Di samping itu juga diserahkan penghargaan kepada tokoh masyarakat dan warga yang berjasa. Di antaranya, Sumadi Gunawan memperoleh penghargaan sebagai tokoh perindustrian dan perdagangan. Darwi Loyang sebagai tokoh kesenian, H Martias Dt RS tokoh adat, Dr H Duski Samad Mag tokoh pesantren ramadhan, Hj Sarlinawati Akbar SPd tokoh silaturrahmi antar pengajian, Prof Dr H Salmadanis MA tokoh agama, Maiagus Nasir Sag untuk tokoh zakat, serta Febri Azharsyah SE sebagai tokoh penanggulangan Bencana. (***)

Sumber: Situs Resmi Pemkot Padang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s