Rieko'na Icha

Rieko Kristian's Blog

Pertama kali nge-blog, gw nulis ini….

Pertama kali nge-blog, gw nulis ini, n ada satu orang yang yang ngasi komen, kira-kira kalo doi baca lagi, masih ingat ga ya… :)

“untukmu……………..

kemarin…
hari ini…
seterusnya…

ada ga siy orang yang iseng ato sengaja nyempatin waktunya buat mikirin apa-apa yang tlah terjadi kemaren, apa yang terjadi sekarang atopun yang bakal terjadi setelah ini…

mungkin hanya sekedar mikir, kepikiran, ato apalah namanya…
penyesalan mungkin,,
mimpi,,
cita-cita,,

ato bisa juga dengan sedikit analisa, berlandaskan logika, bahkan dengan mengkaji berbagai macam literatur yang intinya membingungkan, padahal kita sendiri belum tentu paham,,

mungkin juga dengan mengkaitkan satu kejadian dengan kejadian lain ato bahkan bisa memprediksi masa depan hanya dengan basic hukum sebab-akibat,,,

truz, ada yang coba mikir juga ga sebenarnya garis hidup kita telah ditetapkan sebelumnya dan kita hidup hanya menjalani apa yang sudah tertulis,,,

truz,,
gunanya kita hidup dengan segala dinamika yang kita bikin sendiri untuk apa??

truz,,
seandainya kita sedikit saja melenceng dari apa yang dituliskan, ato bahkan berusaha untuk mengubahnya (takdir-pen),,,

APA MUNGKIN??”

October 6, 2008 Posted by Rieko Kristian | BERBAGI CERITA | | 2 Comments

Sebuah Puisi dari Miracle Girl

Kau tahu mengapa sampai saat ini aku masih dan selalu menyukai bintang?

Karna kau yang berkata, jika kesepian menyelimutimu, maka aku akan menghantarkan bintang untukmu, hungga aku tak kesepian lagi

Kau yang berkata padaku, lihatlah keatas, kau akan melihat langit

Jika langit masih terlihat, maka berarti kita masih berada di dunia yang sama

Dan tak perlu kau bersedih

Kau memelukku walau tak menyentuhku

Kan memberiku senyum walau tak disampingku

Kau menyemangatiku walau tau itu tak mudah

Saat aku rapuh, kau ada

Itu amat membuatku nyaman

Bahkan tangis dan tawaku kupersembahkan hanya untukmu

Indahnya menyayangi seperti itu

Walau mungkin kita tak bias bersama lagi, setidaknya ada kenangan indah terselip di dalamnya

Ada rasa yang nyaman pernah bertengger dalam hatiku

Dan ada rasa yang takkan pernah hilang, untuk saat ini dan seterusnya

Karma ku tlah pernah berikrar, sekali aku menyayangi, aku akan tetap slalu menyayangi, dengan atau tanpamu disisiku

Aku bahagia pernah mengenalmu

Takkan pernah ada kesedihan lagi.

Apa kabarmu hari ini??

Apa kau masih mengingat semuanya dengan jelas

Jikapun lupa, taka pa, setidaknya masih ada dalam ingatanku

October 3, 2008 Posted by chandadot | BERBAGI CERITA | , , , | 1 Comment

Selain Rapidshare, apa lagi?

Selain RapidShare, masih ada ga ya situs filesharing yang bisa buat nge-download sepuasnya, dan itu gratis? Ada, banyak malah. Salah satunya 4shred.com.

Ga jauh beda ama rapid, cuma sedikit kurang populer aja… Tapi buat kita apa itu menjadi masalah selama nyediain apa yang kita cari… Benar ga??? :)

Apa aja yang ditawarkan 4Shared? semuanya… Mulai dari musik, foto, video, dokumen, software, dll, dll… Bahkan kamu juga bisa ngedapatin duit dari sini…

Caranya? gampang. Tinggal bikin akun dan ikuti program afiliasinya turs promoin…

Nih gw bantu, coba klik disini aja…

Sedikit berbagi, gw selama ini ngedapatin e-Book teknik kimia dari sini, yah karena gw anak teknik kimia, he he. Selain itu gw juga dapetin beberapa software gratis yang bahkan ada crack nya, full version… Gila…

So, tunggu apa lagi, Ubek2 sesukamu dan dapatkan apa yang kamu inginkan 4Shared.com

Panduan download via 4shared.com : Jika anda sudah menuju pada halaman 4shared.com, sering kali kita mengalami kendala, terkadang kita sudah mengklik DOWNLOAD tetapi halamannya malah REFRESH kembali.
Itu sebenarnya bukan refresh, 4shared.com hanya mengalami sedikit perubahan pada Script Downloadnya, untuk dapat men-download lagu di 4shared.com, anda cukup klik gambar DOWNLOAD NOW, jika mengulang kehalaman yang sama, lakukan KLIK sekali lagi pada gambar DOWNLOAD NOW, jika tetap kembali kehalaman semula, silahkan KLIK sekali lagi. Dan jika sudah muncul halaman berikutnya, tinggal menunggu LOADING LINK DOWNLOAD-nya beberapa detik. Setelah itu anda bisa meng-KLIK link CLICK HERE TO DOWNLOAD FILE.
Selamat Mencoba !!!!

4shared.com - Free file sharing and storage

August 16, 2008 Posted by Rieko Kristian | BERBAGI CERITA | , , | 1 Comment

CARA JITU MENGUSIR SERANGGA

Semut : takut rasa asam.

Cara mengusirnya : Jeruk nipis segar kita belah jadi dua, peras dan teteskan pada sepanjang jalur yang dilalui semut. Juga oleskan bagian daging buah jeruk nipis pada jalur yang dilalui semut. Ini merupakan cara penanggulangan yang bebas racun, tanpa pencemaran dan aman!
(semutnya takut sakit maag kalau lewat n keminum airnya)

Nyamuk : Aroma bawang putih yang pedas dan menyengat paling ditakuti oleh nyamuk. Bila ingin mengusir nyamuk, selain harus rajin membersihkan lingkungan, maka bila memungkinkan, cara terbaik adalah menanam bawang putih. Bila tidak, juga boleh dengan meletakkan bawang putih dalam kantong jaring dan gantunglah pada daerah yang banyak nyamuknya. Dalam kondisi demikian, nyamuk yang paling ganas pun tidak akan berani mendekat!
(Kayak Vampir aja takUt sama bawang putih, mungkin penghisap darah pada takut sama bawang putih kali ya???)

Kecoa : takut aroma harum. Untuk mengatasi kecoa yang paling suka sembunyi di dapur (biasanya dapur basah), maka kita ambil sabun batangan yang dipotong kecil-kecil. Kemudian potongan sabun ini kita letakkan di mangkok kecil (atau lainnya) yang diisi air bersih secukupnya, lalu mangkuk ini kita letakkan pada tempat di mana kecoa biasa muncul. Tak sampai beberapa hari, kecoa akan lenyap tanpa jejak. Tetapi harus rutin menambah air bersih dalam tempat sabun tadi, dengan demikian hasilnya baru bisa berlanjut. Bila ada anak kecil dalam rumah, maka harus waspada untuk menjaga keamanan; jangan sampai termakan!

Free Web Hosting with Website Builder

July 27, 2008 Posted by chandadot | BERBAGI CERITA | , | No Comments Yet

PUISI SEBAGAI POTRET POLITIK PEMBEBASAN MANUSIA

Sebuah puisi yang ditulis seorang sahabat, perlu dinikmati dan dicermati…

PUISI SEBAGAI POTRET POLITIK PEMBEBASAN MANUSIA

Aku bukan (si)apa-(si) apa
bila dibanding kamu, Bung Presiden
Aku cuma anak muda: mudah gundah
mudah gelisah, dan mudah naik darah.

Sedangkan kamu seorang presiden
Bila bicara terlihat lihai, bijaksana,
Penuh wibawa, penuh ketenangan
Bila menyanyi terdengar merdu

Presiden adalah seorang ksatria politik,
penunggang kuda kekuasaan

Menembus hutan sarang penyamun
Melesat diiringi matahari di kaki bukit
Memacu laju di tepi jurang yang curam
Mengitari punggung-punggung gunung

Kudanya bernama kekuasaan
Yang terkenal binal dan penuh nafsu
Kudanya kuda paling liar di dunia ini
Ksatria harus kuat pegang tali kendali

Kuda itu rebutan semua orang
Bila ksatria kita tidak siap, ia bisa jatuh
Terlempar dari kekuasaan, dinjak-injak
Lalu dibiarkan terkapar terkubur debu

Maka Presiden harus piawai berkuda
Tahu kapan maju dan kapan berhenti
Ia tak akan mengandalkan mata kuda
Tapi mata di kepala dan mata di hati

Dipinggangnya ada pedang harapan
Ia selalu gagah di mata orang banyak
Di atas pelana kepercayaan rakyat,
Dengan baju zirah kepercayaan diri.

Tapi menjadi presiden
Bukanlah buat gagah-gagahan

Bukan buat menebar pesona semata
Sebab rakyat dalam keadaan bahaya

Hutan dikuasai sarang penyamun
Mereka merampok dan menjarah
Seorang presiden harus turun tangan
Sebab rakyat butuh pertolongan

Presiden bukan seorang ksatria bergitar,
Ia tidak lahir untuk menjadi raja dangdut
Biarlah para penyanyi yang menyanyi
Biarlah mereka yang menghibur rakyat

Seorang ksatria tak perlu jadi penyanyi,
Nyanyian larikan diri dari masalah.
Seorang ksatria lahir untuk berperang
Menegakkan kebenaran yang agung

Ksatria politik memerangi kebodohan,
Memerangi kemiskinan dan penindasan.
Itulah musuh-musuh jalan politik
Sebab politik adalah jalan kebaikan.

Seorang presiden harus paham-
ia raja modern, pelayan bagi rakyatnya.

Di bawah sumpah, ia terikat hukum
Hukum Tuhan dan hukum manusia.

Presiden jangan ikut mengotori politik
Sebab politik itu adalah ilmu kebaikan
Ilmu untuk memerdekakan manusia
Ilmu untuk mensejahterakan manusia.

Politik itu bukan ilmu tentang binatang,
bukan ilmu dagang sapi
bukan ilmu mencari kambing hitam
bukan ilmu mendengar kabar burung

Bagi seorang presiden,
Politik adalah tentang memerintah

Memerintah dengan mulut dan tangan
Melalui ucapan dan perbuatan.

Presiden harus paham soal pemerintahan
Pelajarilah orang bijak seperti Aristoteles,
katanya dalam kitabnya Politik:
pemerintahan adalah tentang pendidikan.

Bicara soal pemerintahan,
berarti bicara soal pendidikan.

Bicara soal pendidikan, ‘educare’,
Berarti bicara soal ‘melahirkan’.

Pertanyaannya, manusia seperti apa
Yang hendak dilahirkan pemerintahan?
Manusia yang pegawai negeri, atau
pengusaha, petani, tentara, dokter,

insinyur, pelukis, penyair, penyanyi,
buruh, guru, politikus, ilmuwan, filosof,
kyai, pendeta, pastor, biksu, olahragawan,
atau koruptor, maling, perampok, dll?

Manusia seperti apa, Bung Presiden?
Ini harus dijawab, sebab seakan-akan
anak-anak dididik untuk menganggur,
alias tak punya pekerjaan.

Sebelum Bung Presiden menjawabnya,
Ingatlah, presiden adalah kepala negara
negara ini masih muda, muda sekali

Lebih tua dari negara adalah keluarga.
Yang disatukan oleh Tuhan,
kemudian melahirkan anak-anak,

diberi makan
dan dibesarkan di rumah
lalu dikirim ke sekolah oleh orang tuanya

Melalui sekolah,
keluarga masuk ke negara

Setiap orang tua
Ingin anaknya dididik dengan baik
Setiap kepala negara
Ingin rakyatnya jadi warga negara terdidik

Mengapa negara didirikan
adalah karena manusia-manusia terdidik-

yang menolak penjajahan dan penindasan.
Negara adalah alat perjuangan

Perjuangan untuk melindungi rakyat,
Mencerdaskan rakyat, membebaskannya
Dari kebodohan dan kemiskinan, serta
menghentikan perang atau pertikaian.

Keluarga juga ingin dilindungi, dicerdaskan,
Dibebaskan dari kebodohan dan kemiskinan
Dan bisa hidup dalam damai, tenteram
Sejahtera, aman, tanpa pertikaian

Negara yang adil dan makmur
Berarti keluarga yang adil dan makmur
Berarti manusia yang adil dan makmur
Pendidikan adalah perjuangan melahirkannya

Bukan manusia yang kerdil dan menganggur
Kerdil pikirannya, menganggap diri raksasa
Menganggur karena tak mampu berkarya
Bukan manusia seperti itu.

Mengukur keberhasilan pendidikan,
Bukan dengan menghitung jumlah sekolah
Karena banyak bangunan yang rubuh
Akibat dibangun dengan asal-asalan

Mengukur keberhasilan pendidikan,
Bukan dengan menghitung lulusan sekolah
Karena banyak sarjana yang menganggur
Akibat dididik dengan asal-asalan

Seharusnya pemerintah cemas,
bila banyak sarjana kerdil dan menganggur.

Artinya, ada yang salah disini,
Dan (si)apa yang salah akan digugat.

Bukan cuma itu! Ada yang lebih penting,
bagaimana cara mendidik manusia.
Apakah dengan sistem kekerasan,
disiplin kepatuhan yang membabi buta

atau dengan kearifan, yang menempatkan
manusia sebagai manusia, ciptaan Tuhan.

Bukan robot. Bukan sebagai bawahan.
Bukan patung. Tapi sebagai manusia.

Manusia adalah anak-anak pagi hari
Yang bermimpi pada malam harinya
Ketika bangun, ia bersihkan dirinya
dengan dinginnya air kehidupan,

Kemudian ia kenakan seragam sekolah
Sejak itu pikirannya ikut diseragamkan

Ia pun jadi lupa pada mimpi tadi malam
Seragam adalah lembaga pelupaan diri

Dengan seragam ia pergi ke sekolah
Dilihatnya anak-anak lain, seragam.
Ketika masuk ke kelas, ia lihat meja
Dan bangku kayu yang tersusun rapi

Di depan ada meja dan bangku guru
Ada papan tulis juga didekatnya,
Di dinding, potret presiden dan wakilnya
Juga lambang negara, burung garuda

Seperti itulah ia mengalami,
Belasan tahun di bangku sekolah
Ia akrab dengan serba keteraturan
Meja, bangku, tembok, dan seragam

Selama belasan tahun,
Ia belajar untuk diam mendengarkan

Kalau ia bingung, ia memendam
Pelajarannya adalah buku kepatuhan

Sementara di luar, awan berarak
meratapi kesunyian bumi
Rindu mengguyur anak-anak
Yang suka bermain bola dengan hujan

Anak-anak dikurung di dalam kelas
Dijauhkan dari ombak pantai, liat tanah,
deru debu, dan kerikil tajam kehidupan
Jauh pula dari nyanyi sunyi kesendirian.

Di kelas mereka ramai-ramai diajari,
bagaimana membaca harapan, atau
menulis kepastian, lalu menghitung
yang dihitung adalah masa depan.

Tapi hidup lebih menyerupai lukisan
Atau musik. Ia adalah keindahan
Yang mampu menyentuh haru, gembira,
kecewa, semangat, bangkit, bahagia, dll.

Akibatnya anak-anak takut pada hidup,
asing akan gejolak pergulatan hidup.

Manusia jadi makhluk yang khawatir
ia merasa dirinya terjun ke hutan rimba.

Dalam ketakutannya,
Ia membangun rumah dalam mimpi
Rumah itu adalah rumah gedungan
Yang dilindungi dengan pagar tinggi

Di dalam rumah itu,
Ia siapkan mobil impor dari Jerman
Yang siap membawanya kabur
Dari satu tempat hiburan ke yang lain

Dalam ketakutannya,
Ia membangun negara dalam mimpi
Negara itu adalah negara hutan besi
Yang mengusir habis hutan rimba.

Itulah mimpi manusia modern
Yang diajari oleh sekolah modern

Yang terasing dari lingkungan
seakan bisa mengusir tradisi kehidupan

Kini banyak orang bermimpi
Tapi mimpi mereka mimpi Amerika
Atau mimpi Tiongkok, mimpi Eropa,
Mimpi India, mimpi Singapura

Mimpi Indonesia ditinggalkan
Mimpi kita, mimpi bangsa ini
Yang ditulis oleh pendiri negara
Dalam Pembukaan UUD ‘45

Sekarang negara bagai terjajah
Pendidikan kita korbankan
Demi menghemat anggaran
Padahal itu teori ekonom asing

Yang kita butuhkan sekarang
Adalah tanggung jawab negara
Untuk membiayai pendidikan
Karena rakyat sangat terbebani

Pendidikan yang salah arah
adalah tanda pemerintahan salah arah.

Bila sekolah mendidik untuk uang
Itu akibat pemerintah tak mau membiayai

Mari kita sama-sama berubah, Pak Presiden
Saya akan berubah tak mudah marah,
Tak mudah gundah, tak mudah gelisah,
Sekalipun susah, tak mudah naik darah.

Dan Presiden mengubah arah pemerintahan
Artinya, mengubah arah pendidikan

Menuju manusia yang merdeka,
Dengan pendidikan yang memerdekakan

Merdeka dari pungutan biaya, merdeka dari
kekerasan, merdeka dari aturan yang kaku,
merdeka dari belenggu tugas-tugas.
Merdeka yang sebenarnya-benarnya .

Bagaimana mungkin lahir manusia merdeka
bila pendidikan menjadi semacam penindasan,
penindasan pikiran, penindasan jasmani,
dan bahkan penindasan rohani?

Seorang Presiden adalah pemimpi(n)
Memimpin bangsa yang bermimpi
Mimpi kita, mimpi bangsa ini
Yang tertulis di Pembukaan UUD ‘45

Undang-undang dasar
Yang ditulis oleh orang-orang besar

Besar karena jiwanya merdeka
Merdeka sejak dalam pikiran,
Merdeka dalam ucapan,
Dan merdeka dalam perbuatan

Kini kita hidup di suatu masa,
yang kita butuh orang-orang besar
Besar jiwanya, bukan besar kepala
Orang besar suka mendengarkan

Bila kini tidak ada yang bicara
Bukan berarti tidak ada masalah
Bila ada yang teriak
Bukan berarti ia bikin masalah

Supaya kuping tidak cepat merah,
Presiden sebaiknya membaca puisi
Luangkan waktu sejenak
Bila berlibur bawalah buku puisi

Dalam puisi, perubahan disuarakan
Disuarakan dengan kekuatan keindahan
Puisi kini bukanlah puisi dulu
yang cuma membentur meja kekuasaan

Pen(y)a(ir) kini bisa membalikkan meja
Menjatuhkan penguasa dari kursinya.

Aku bukan (si)apa-(si) apa
bila dibanding seorang presiden.

Tapi di hadapan kekuasaan Tuhan
Kita memang bukan (si)apa-(si) apa.

-Tomy DG-

sastra-pembebasan@ yahoogroups. com
milisgrup opini alternatif
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/
penerbit buku sejarah alternatif
http://progind. net/
kolektif info coup d’etat 65: kebenaran untuk keadilan

March 2, 2008 Posted by Rieko Kristian | BERBAGI CERITA | , , | No Comments Yet

KISAH NABI ADAM A.S

Setelah Allah s.w.t. menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya, laut-lautannya dan tumbuh-tumbuhannya, menciptakan langit dengan mataharinya, bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yangdiciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak Allah s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya,mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.

Kekhuatiran Para Malaikat.

Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu, mereka khawatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yang lain itu, disebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari. Berkata mereka kepada Allah s.w.t.:”Wahai Tuhan kami! Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami, padahal kami selalu bertasbih, bertahmid, melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya, sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu, niscaya akan bertengkar satu dengan lain, akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya, sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu.” Read more »

December 30, 2007 Posted by Rieko Kristian | BERBAGI CERITA | | No Comments Yet